Langsung ke konten utama

Seni Bersikap Masa Bodo (Part 2)

 


Part 2


Kalau di tulisan sebelumnya saya belajar bahwa hidup itu adalah masalah (life is a problem).

Tapi kan kita dipanggil untuk mengatasinya!


Berat?


Relatif!


Capek?


Ada caranya!


Hidup ini indah?


Bersyukur!


Nah loh…


Bukan berarti hidup karena banyak masalah dan beban itu tanpa rasa syukur, muram durja, sedih dan tanpa motivasi, justru lewat keprihatinan maka semangat (kekuatan) baru terbentuk, seringkali saya melihat banyak keindahan hidup, kepuasan batin dan banyak hal yang perlu disyukuri lewat banyak peristiwa yang rumit dan bahkan menyakitkan.


RASA SAKIT ADALAH BAGIAN DARI PERTUMBUHAN


Saya sering menghindari yang namanya gagal, malu, ditolak, rugi, kecewa, dll.


Padahal itulah hidup. justru di situ pertumbuhan terjadi.

Faktanya : 

  • otot kita tumbuh karena “rusak” saat latihan,
  • bisnis yang matang itu karena pernah jatuh,
  • mental menjadi kuat karena pernah dihajar realita.


“Penderitaan itu tidak bisa dihindari. Yang bisa dipilih adalah penderitaan untuk apa.”


Jangan jadikan diri pusat alam semesta


Kita seringkali terjebak bahwa kita merasa terlalu menjadi perhatian semua orang.


Sama persis waktu kita jadi murid yang lenah dan culun di kelas.


Dan terjebak dalam perasaan bahwa kita sedang dinilai orang-orang.


Kita sukses salah. Kita gagal salah.


Dan itulah rasanya akhir dari dunia.


Padahal yang terjadi sebaliknya. Kebanyakan orang itu sibuk dengan urusan hidup mereka sendiri.


Realita yang melegakan.


NILAI HIDUP MENENTUKAN KUALITAS HIDUP


Hidup kita mulai kacau balau itu jika kita salah dalam menentukan standar keberhasilan.


Kita menjadi cemas terus menerus ketika kita cenderung harus selalu dapat pujian, harus selalu terlihat sukses, harus lebih hebat dari orang lain, harus terlihat menang terus.


Cemas melulu deh kalau begitu adanya.


Mark Munson lewat buku ini mengajarkan pentingnya hidup yang sehat dan selaras.


Dimana kita perlu jujur,

kita perlu berproses,

kita dinilai dari tanggung jawabnya,

Kita perlu punya growth mindset sejati (yang sehat tentunya, dimana pertumbuhan itu sedikit demi sedikit tapi benar2 tumbuh dan bukan tergantung penilaian orang).


Kita perlu kontribusi untuk kehidupan, itu benar dan mulia sekali, tetapi juga diiringi oleh ketahanan mental yang membaja.


Bersambung…




Komentar