Langsung ke konten utama

3 Jenis Uang Menurut Mr Li

 “Apa yg terjadi bila Bill Gates ditinggalkan di pedalaman Afrika tanpa Uang Sepeserpun?”   

                          

Halo manteman!


Pertanyaan di atas tadi bukanlah saya yang mengajukan, tapi ada sosok yg istimewa, yg hari ini bakal kita petik pelajaran darinya.


Kita pasti sudah banyak mendengar nama Li Ka Shing, pengusaha asal Hongkong yang menjadi orang terkaya ke-35 di dunia versi majalah Forbes.



sumur : forbes.or

Jaringan bisnisnya banyak tersebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Kita mungkin tidak asing lagi dengan brand Watson (itu loh apotek yg ada di dalem mall) atau ini nih : brand operator seluler khusus Gakin dan melarat kaya kita, itu lho yang super murah...


Yap! bener... kartu perdana merk TRI. yang juga merupakan beberapa bisnis dari bisnis punyanya Mr Li yang terdapat di Indonesia.


Kisah sukses Mr Li ini sangatlah fenomenal dan menginspirasi banyak orang, termasuk saya.


Lahir dari orang tua miskin di daratan China, dengan etos dan kerja kerasnya, dia berhasil menjadi pengusaha multinasional yang sangat sukses.

Li Ka Shing benar-benar membuktikan bahwa sukses bisa diraih oleh siapapun bahkan oleh orang miskin dan penuh penderitaan seperti dirinya.


Li lahir pada 13 Juni 1928 di Guangdong China. Semasa kecilnya Li tumbuh saat perang dunia ke-2 berlangsung dan terpaksa hidup berdampingan dengan bom-bom yang biasa dijatuhkan Jepang di desanya.


Karena itulah keluarganya memutuskan pindah ke Hongkong. Namun setelah kepindahannya Li harus diterpa penderitaan lain.


Ayah Li yang berprofesi sebagai kepala sekolah meninggal dunia karena penyakit TBC, tidak lama setelah keluarga mereka tiba di Hong Kong.


Li terpaksa berhenti sekolah pada usia 15 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan perdagangan plastik.

Dimana saat gajian Li selalu memberikan 90% pendapatannya kepada ibunda tercintanya.


Li muda sudah terbiasa bekerja keras.

Bahkan Li biasa bekerja 16 jam dalam sehari selama satu minggu penuh.


Pada usia 22 tahun Li kemudian berhenti bekerja dan memulai perusahaannya sendiri.


Perusahaannya semakin bertumbuh pesat pada saat memproduksi bunga plastik yang sedang booming saat itu.

sumur : google image

Hingga perusahaannya merambah ke berbagai bidang bisnis lainnya seperti properti dan lain-lain, hingga akhirnya Li memiliki aset triliunan rupiah.


Menurut Li di dunia ini ada tiga jenis uang yg bersifat misterius : 


“semakin kita habiskan - semakin banyak yang akan kita dapatkan!”


Apakah jenis uang yg dimaksud itu?


Jenis uang yang pertama yaitu :


Uang untuk investasi diri.


Kita harus mengeluarkan uang untuk belajar dan mengembangkan diri.


Jika hari ini kita membuang Bill Gates ke pedalaman Afrika dan meninggalkannya tanpa sepeser uang pun, maka percayalah Bill Gates akan tetap menjadi orang yang kaya raya!


Koq bisa ya?


Hal ini dikarenakan semua modal sudah ada didalam otaknya!


Karena dia telah memiliki pengetahuan yg mendalam, keahlian yg mumpuni dan sudah terlatih untuk selalu mencari peluang serta mengeksekusinya dengan sangat baik, maka tak heran jika dia akan kembali menjadi kaya raya.


“Jika otak miskin ilmu hidup pun akan miskin.”


Dengan kata lain mengeluarkan uang untuk otak adalah investasi yang paling aman.


Di manapun kamu berada tidak akan menjadi kelaparan. Begitu kata Li Ka Shing.


Li Ka Shing mengatakan agar selalu menyisihkan sebagian uang, terus belajar, jangan pernah berhenti belajar, belajar itu jangan dibatasi waktu, baik itu belajar dari sekitar, belajar dari alam, belajar dari membaca, maupun belajar dari training dan seminar.


Berinvestasi pada diri sendiri memberikan kita proses untuk memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan dan juga keahlian.


Hanya dengan melakukan investasi leher ke atas kita bisa lebih bijaksana dan penuh pertimbangan untuk : memahami resiko yang akan kita ambil, strategi dalam mencapai bisnis yang kita inginkan dan juga menemukan Inovasi ataupun solusi yang tepat untuk setiap permasalahan yang kita hadapi.


Orang yang pintar akan mengerti gimana caranya belajar melalui pengalaman orang lain dan menghindari kesalahan yang sama.


Jadi untuk belajar dan mengembangkan diri, kita haruslah rela mengeluarkan uang maupun waktu, bagaimanapun caranya di zaman yang serba canggih digital teknologi seperti sekarang ini sudah seharusnya ilmu pengetahuan sudah jauh lebih mudah diakses dan hanya dibutuhkan kemauan saja.


Jenis uang yang kedua yaitu :


Uang untuk berbakti.


Uang untuk berbakti ialah uang yang

dipergunakan untuk membalas jasa ayah dan ibu yang telah melahirkan dan membesarkan kita dengan segala pengorbanan.


Di saat muda Li Ka Shing menyerahkan 90% penghasilannya kepada orangtuanya, itulah yang membawa keberkahan baginya.


Tidak ada rezeki tanpa keberkahan dari orangtua terutama ibu kita, semakin besar kita bagikan rezeki kepada orang tua akan semakin berkah hidup kita.


Mungkin saja banyak dari kita yang berpikir untuk diri sendiri saja tidaklah cukup.


Bahkan masih banyak hutang dan cicilan di sana sini. Heuheu


Ada juga yang berpendapat di rumah kan tidak kekurangan uang, orang tua kita masih berkecukupan dan tidak perlu memberikan uang pada mereka.


Namun menurut Li Ka Shing tidak peduli bagaimana keadaan ekonomi mereka (orang tua) kita harus tetap berikan sebagian rezeki kita secara rutin kepada mereka.


“Semiskin apapun keadaan kita, sebulan sekali usahakan untuk bisa menyisihkan uang untuk orang tua, karena dahulu semiskin apapun, mereka tetap membesarkanmu dan mengusahakan untuk memberikan yang terbaik untuk kita.”


Berbakti kepada orang tua ibarat sebuah “Restu” alami, relasi yang baik kepada orang tua akan meningkatkan kekuatan Restu dari semesta!


Menurut data... 500 orang pengusaha tersukses di dunia ini adalah mereka yang berbakti kepada orang tuanya.


Jadi Ingatlah selalu sisihkan uang untuk berbakti.


Jenis uang yang ketiga yaitu :


Uang untuk amal.


Li Ka Shing mengatakan selalu sisihkanlah sebagian penghasilan kita untuk beramal.


Sedari kecil kita sering diajarkan untuk percaya semakin banyak memberi maka banyak akan ditambah.


Anjuran untuk berderma selalu diajarkan di hampir semua agama dan kepercayaan.


Li Ka Shing ini juga dikenal sebagai salah satu penderma terbesar di Asia, puluhan triliun sudah didonasikan untuk beramal.


Tokoh-tokoh terkaya di dunia pun seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Warren buffet, JK Rolling, dll  adalah penderma yang luar biasa.


Warren Buffet bahkan sudah mendermakan separuh dari seluruh kekayaannya, tetapi faktanya tidak membuat hartanya menjadi habis, justru semakin bertambah.


Dengan beramal banyak, maka keajaiban-keajaiban di luar logika yang terbukti memberikan sumbangsih kesuksesan seseorang secara tidak langsung.


Menurut Li Ka Shing uang itu harus berputar.

Janganlah membuat uang hanya berhenti pada diri kita.


Kalau kita menunggu kaya baru kita akan beramal maka takutlah kita jangan - jangan kesempatan itu tidak ada.


Nenek saya mengajarkan juga tentang hal ini, katanya tidaklah perlu kita menunggu kaya raya dahulu untuk beramal, apapun diri kita saat ini, belajarlah tulus dan berbelas kasih, pasti bisa menjadi “kaya” untuk bisa mengulurkan tangan di atas.


Nenek saya juga sering bercerita tentang buah alpukat. Dimana saat kita menikmati buahnya, tentulah biji alpukat tidak serta kita makan.


Tanamlah biji tersebut, maka yang terjadi adalah suatu hari akan kita dapati pohon Alpukat dengan buah lebih dari satu buah (seperti biji yang kita tanam tadi).


Itulah hidup ini ada hal yang supranatural yang tidaklah cukup dimengerti dengan pikiran kita.


Itulah Mujizat Allah, karya Tuhan, hal supranatural terjadi saat sedekah.


Jangan takut jatuh miskin karena beramal, justru orang-orang yang beramal sering mendapatkan keajaiban dan pertolongan tidak terduga dari Tuhan.


Setuju kah dengan Kakek Li?


Jumat berkah!

sumur : kaskus.com





Komentar